Ikuti uniknih di twitter yuukkk...!

Contoh Naskah Drama Terbaik Terbaru Terlengkap

Written By UNDC | Uniknihdotcom on Friday, December 27, 2013 | 3:37 AM

Contoh Naskah Drama – Kita pastinya sering menonton drama apakah di layar kaca, atau dipanggung teater. Adegan drama sering juga ditampilkan di acara-acara tertentu di sekolah atau di kampus. Ada drama berlatar drama melankonlis yang bisa menghipnotis penontonnya ikut terharu dan kadang menitikkan air mata, ada juga drama komedi lucu yang membuat pemirsanya tertawa lepas terbahak-bahak. 

Untuk menampilkan drama yang ciamik sudah pasti bagi crew atau tim pemeran drama membutuhkan persiapan yang tidak mudah dan tidak sebentar, meskipun penampilan di panggung hanya beberapa menit. 


Sebelum kita menengok beberapa contoh naskah drama terbaik dan naskah drama lucu, ada baiknya kita mempelajari sejenak apa itu naskah drama.

A. Pengertian Naskah Drama

Dari telusuran di Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan, di sana disebutkan definisi sbb:

NASKAH
nas•kah n 1 karangan yg masih ditulis dng tangan: mahasiswa tingkat akhir mengumpulkan -- sastra lama; 2 karangan seseorang yg belum diterbitkan: berbagai penerbit berkeberatan menerbitkan -- cerita ini; 3 bahan-bahan berita yg siap untuk diset; 4 rancangan: -- Perjanjian Linggarjati; 

DRAMA,
dra•ma n Sas 1 komposisi syair atau prosa yg diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yg dipentaskan: dia gemar menonton --; 2 cerita atau kisah, terutama yg melibatkan konflik atau emosi, yg khusus disusun untuk pertunjukan teater; 3 cak kejadian yg menyedihkan; 

NASKAH DRAMA
Dari hasil penelusuran di blog sebelah (petrukdavid), disana penulis, setelah menampilkan beberapa definisi drama dari para pakar, menyimpulkan bahwa drama dapat diartikan suatu karangan atau cerita yang berupa tindakan atau perbuatan yang masih berbentuk teks atau tulisan yang belum duterbitkan (pentaskan). 

B. JENIS-JENIS DRAMA
Sementara itu, dilihat dari cerita dan gaya bercerita, drama dapat diklasifikasikan beberapa jenis, yaitu

1. Drama tragedi
Drama yang menggambarkan kisah duka atau kejadian pahit sedih yang amat dalam atau yang disebut juga yang aktor utama mati.

2. Drama komedi
Drama ringan yang biasanya bercerita tentang yang kucu-lucu yang bersifat menghibur, menyindir, penuh sloroh dan berakhir dengan kebahagiaan.

3. Tragi komedi
Yaitu Berupa drama gabugan dari tragi dan komedi.

4.  Melo drama
Lakuan tragedy yang berlibih-lebihan.

5. Dagelan
Jenis drama murahan atau dikatakan juga dengan komedi picisan (biasanya naskah drama ini diiringi musik riang)

6. Opera atau operet
Dialog yang diiringi dengan musik yang didalamnya dimasukan nyayian atau lagu.

7. Pantomim
Pantomim adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk gerakan tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan.

8. Tablau
Tablau adalah drama yang mirip pantomim yang dibarengi oleh gerak-gerik anggota tubuh dan mimik wajah pelakunya.

9. Passie
Passie adalah drama yang mengandung unsur agama / relijius.

10. Wayang
Wayang adalah drama yang pemain dramanya adalah boneka wayang, dan lain sebagainya.

C. UNSUR-UNSUR DRAMA
Untuk lebih memahami drama, akan dijelaskan unsur-unsur drama seperti dilansir di bahasaindonesiayh.
Unsur paling pokok dalam sebuah drama ada empat, yaitu:
1. lakon (naskah drama atau text play), 
2. pemain (aktor atau aktris), 
3. tempat (gedung pertunjukan), dan;
4. penonton.

Disebutkan juga di sana, unsur lakon mempunyai peranan penting karena pemain tanpa lakon jelas tidak dapat membuat drama. Demikian juga tempat saja tanpa lakon tidak akan menghasilkan drama. Namun, sebaliknya bila hanya ada lakon saja, maka kita masih bisa mengikuti drama-drama bacaan, misalnya “closed drama.”

Berkaitan dengan lakon drama, ini disusun atas unsur-unsur yang sama dengan novel atau roman,yaitu:
a. Tema 
merupakan pikiran pokok yang mendasari lakon drama. Pikiran pokok ini dikembangkan sedemikian rupa sehingga menjadi cerita yang menarik.

b. Amanat
adalah pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada
pembaca naskah atau pendengar (dalam hal ini) dan juga penonton drama.
Artinya penonton dapat menyimpulkan pesan moral yang telah ia dengar, baca atau saksikan.

c. Plot
Lakon drama yang baik selalu mengandung konflik. Sebab, roh drama adalah konflik. Drama memang selalu menggambarkan konflik atau pertentangan. Adanya pertentangan menimbulkan rangkaian peristiwa yang menjadi sebab-akibat dan disebut alur/plot.

Perkembangan Plot Drama
Setidaknya ada 6 tahap dalam perkembangan plot drama, sbb:
Eksposisi, tahap ini disebut tahap perkenalan, karena penonton mulai diperkenalkan dengan lakon drama.
Konflik, tahap ini adalah tahap kejadian. Insiden inilah mulai plot drama sebenarnya, karena insiden merupakan konflik yang menjadi dasar sebuah drama
Komplikasi, konflik-konflik yang semakin berkembang dan semakin banyak, kait-mengkait dan masih menimbulkan tanda tanya.
Krisis, tahap ini berbagai konflik mencapai puncaknya.
Resolusi, Pada tahap ini dilakukan penyelesaian konflik.
Keputusan, tahap terkhir ini semua konflik berakhir dan cerita sebentar lagi selesai.

d. Karakter atau perwatakan
yaitu keseluruhan ciri-ciri jiwa seorang tokoh dalam lakon drama.

e. Dialog
merupakan perwujudan dari jalan cerita lakon drama. Dialog yang dilakukan harus mendukung karakter tokoh yang dimainkan.

f. Setting
adalah tempat, rung, waktu, suasana terjadinya adegan. Karena
semua adegan dimainkan di panggung, panggung harus bisa menggambarkan tempat adegan yang sedang terjadi.

g. Bahasa
naskah drama diwujudkan dari bahan dasar bahasa dan penulis
drama sebenarnya menggunakan bahasa untuk menuangkan ide dramanya.

h. Interpretasi
adalah penafsiran terhadap lakon drama yang dimainkan yang
biasanya merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang diangkat ke atas panggung oleh para seniman.

Sumber pengertian naskah drama, jenis-jenis drama, unsur-unsur drama:
http://petrukdavid.blogspot.com/2011/03/i.html
http://bahasaindonesiayh.blogspot.com/2012/05/pengertian-drama.html

Untuk memberikan gambaran seperti apa sih naskah drama itu, kali ini uniknih.com akan mempersembahkan beberapa contoh naskah drama terbaik terlengkap yang terdiri dari: Naskah drama Persahabatan, Naskah Drama Anak Sekolah, Naskah Drama Pendek / Singkat.

Oce deh, agan uniknih, langsung aja cekoditttt CONTOH NASKAH DRAMA nya….



I. CONTOH NASKAH DRAMA PENDEK - "PERSAHABATAN"

Tema drama : Persahabatan
Jenis drama : Drama singkat
Jumlah pemeran drama : 5 (lima) orang pemain
Penokohan : -

Teks dialog drama

Ibandi:   
“Din, Aku minta jawaban soal nomor  5 dan 6!”

Andine:       
“A dan C”

Yensieta:       
“kalau soal nomor 10,11 dan 15 jawabannya apa Ban?

Ibandi:   
“10 A, 11 D, nomor 15 Aku belum”

Aldiansyah:       
“Wheeii, jangan kencang-kencang nanti gurunya dengar”

Yensieta:       
“Soalnya sulit sekali, masih banyak yang belum Aku kerjakan”

Mereka berempat saling contoh-menyontoh seperti siswa lainnya. Tapi tidak dengan Budiman, ia terlihat rileks dan mengerjakan soal ujian sendiri tanpa Nyontek.

Ibandi:   
“Bud,kamu sudah selesai?”

Budiman:     
“Belum, tinggal 3 soal lagi”

Ibandi:   
“Aku minta jawaban nomor 15 sampai 20 Bud!”

Budiman:     
“Tidak Bisa Ban,”

Ibandi:   
“Kenapa? Kita sahabat bud, kita harus kerjasama”

Andine:       
“Iya Bud, kita harus kerja sama”

Aldiansyah:       
“Iya, kamu kan yang paling pintar disini bud”

Budiman:     
“tapi bukan kerjasama seperti ini teman-teman”

Yensieta:       
“Kenapa memang Bud? Hanya 5 soal saja!”

Budiman:     
“Nyontek atau pun memberi contek adalah hal buruk, yang dosa nya sama. Aku tidak mau mencotek karena dosa, begitu pula member contek ke kalian. Maafin aku ya..”

Yensieta:       
“Tapi saat ini, sangat mendesak Bud”

Andine:       
“Iya Bud, bantu kami”

Budiman:     
“tetap tidak bisa”

Aldiansyah:       
“Ya sudahlah, biarkan. Urus saja dirimu sendiri Bud, dan kami urus diri kami sendiri.” (marah dan kesal)

Ibandi:   
“biarkan, kita lihat di buku saja”

Ibandi lalu mengeluarkan buku dari kolong bangkunya secara diam-diam, kemudian melihat rumus dan jawaban di dalamnya. Lalu Yensieta menanyakan hasilnya.

Yensieta:       
“Bagaimana Ban? Ada tidak?

Ibandi:   
“ada, kalian dengar ya. 15 A, 16 D, 17 D, 18 B, 19 A, 20 C”

Karena suara Ibandi yang agak terdengar keras, Guru pun mendengarnya dan menghampiri mereka berempat.

Pengajar:   
“Kalian ini, Nyontek terus. Keluar kalian”

Mereka berempat di hukum di lapangan untuk menghormati tiang bendera.

Ibandi:   
“Aku tidak menyangka akan seperti ini”

Andine:       
“Aku juga tidak menyangka, akan dihukum”

Yensieta:       
“Seharusnya kita belajar ya”

Aldiansyah:       
“Iya, Budiman benar”

Ibandi:   
“Disaat seperti ini, baru kita menyadarinya yah!”

Yensieta:       
“Aku menyesal!”

Aldiansyah, Andine&Ibandi: 
“Aku juga” bersama

Setelah itu Budiman keluar dari kelas dan menghampiri mereka. Kemudian Budiman ikut berdiri hormat seperti yang lain.

Andine:         “kenapa bud? Kamu di hukum juga?”

Budiman:     
“Tidak, Aku ingin menjalani hukuman kalian juga. Kita sahabat kan? Aku ingin kita bersama”

Yensieta:       
“Aku berharap ini menjadi pelajaran kita semua”

Andine:       
“dan tidak kita ulangi lagi”

Aldiansyah:       
“Kita sahabat sejati”

Lantas mereka semua menjalani hukuman dengan penuh canda dan tawa. Ternyata persahabatan dapat menjadikan semuanya lebih baik.

Itulah contoh naskah drama pendek yang diharapkan dapat memberikan bimbingan bagi Anda yang sedang membutuhkan artikel referensi contoh naskah drama.

----------------------------------------------------------------------------


II. Naskah Drama Abu Nawas
Judul “SAKIT ANEH SANG BAGINDA”

Narator : Disebuah negeri timur tengah, berdrilah sebuah kerajaan yang sangat besar dan megah. Tanahnya subur dan berlimpah ruah hasilnya, membuat rakyatnya hidup rukun dan sejah terah. Apalagi kerjaan itu dipimpin oleh seorang raja yang tampan dan gagah berani, membuat negeri itu aman dan damai. Saksikanlah……….!!!

Adegan I

Baginda : (Sambil meletakan swendoknya dalam piringya Islu menarik nafas panjang dalam-dalam dengan tatapan matanya, yang sayup memperhatikan hidangan yang disiapkan). Permaisuriku….?

Permaisuri : ”Ada apa bagindaku…..?

Baginda : “Begini permaisuriku, perutku tersa kering dan mual-mual, rasanya mau muntah sehingga selera makanku menjadi hilang”

Permaisuri : “Ma’af bagindaku, mungkin masakannya kurang enak ya?”

Baginda : “Tidak permaisuriku, makanannya sudah enak sekali.”

Pemaisuri : (Permaisuri tidak putus asa, lau memanggil dayangnya). “Dayang….dayang, kemarilah….!

Dayang : (Dengan tergesah-gesah sambil membungkukan badan). “permaisuri memanggil hamba….?”

Pemaisuri : “Ambilkan masan jamur untuk baginda!”

Dayang : “ Baiklah, hamba segera melaksanakan tittah paduka.” (sambil membawa makanan), “ini makanan untuk paduka, permaisuri”

Permaisuri : “Kembalilah danyangku. Paduka cobalah makan ini mungkin bisa mengembalikan selera makan baginda.”

Baginda :(Mengambil satu sendok nasi lalu mencicipinya…..kemudian)”kauk…kuak…kuak.” (sampai muntah)

Permaisuri : (Dengan tergesah-gesah). “dayang…..dayang…tolong panggilkan tabib kerajaan!”

Dayang : “Ia permaisuri (dengan tergesah-gesah dayang keluar dari ruangan itu dan memanggil tabib. Kemudian dalam waktu yang singkat, dayang kembali dengan seorang tabib kerajaan).

Tabit : “ Ampun permaisuri, adakah yang bisa hamba perbuat….?”

Permaisuri : “Begini tabib, hampir sebulan ini selerah makan baginda terganggu.”

Tabit : “Hamba mohon ampun baginda, izinkan hamba memeriksa keadaan baginda. (tabib mendekati baginda dan langsung memeriksanya).

Permaisuri : “Bagaimana keadaannya….tabib….?”

Tabib : “Mohon ampun paduka, hamba tidak dapat menemukan penyakit dalam diri baginda, sekali lagi ma’af permaisuri.”

Permaisuri : (Menggeleng-gelengkan kepalanya), “bagaimana ini tabib, apakah tidak ada jalan lain lagi untuk mengetahui penyakit baginda raja….?

Tabib : “Mohon amapun permaisuri, hamba sarankan kalau bisa memanggil abunawas yang mungkin bisa menyembuhkan penyakit baginda raja.

Narator : Pergilah tabib menemui abunawas dan berceritalah mereka tentang penyakit aneh sang baginda raja. Apakah baginda raja dapat disembuhkan…? Apakah abunawas mampu melakukan yang terbaik unttu baginda raja? Saksikan……..!!!

Adegan II

Tabib : “ Abunawas” (sambil menundukkan kepala). “salam sejahtera baginda raja”

Baginda : Apakah kamu yang bernama abunawas….?

Abunawas : “ Mohon ampun baginda, hamba yang bernama abunawas”

Baginda : “ Apakah kamu bisa mengobati penyakitku ini….?

Abunawas : “ Ampun baginda raja, hamba sudah mendengar semua dari tabib kerajaan tentang apa yang paduka derita.”

Baginda : “ Menurutmu, adakah obat yang bisa menyembuhkan penyakitku ini….?”

Abunawas : “ Ada paduka yang mulia.”

Baginda : (Sambil berdiri dengan wajah yang berseri- seri ). “Obat apakah itu abunawas….?

Abunawas : “ Hamba punya saran, di hutan tutupan ada kijang berbulu putih yang dagingnya sagat lezat.”

Baginda : “ Lalu….?”

Abunawas : “ Syaratnya…. Baginda harus menangkap sendiri kijang berbuluh putih itu, apakah baginda sanggup….?”

Baginda : “ Baiklah abunawas, saya sanggup dan besok pagi kita berangkat.” (tanpa ragu-ragu).

Narator : Kemudian pulanglah abunawas ke rumahnya yang letaknya tidak jauh dari singgasana. Abunawas pulang untuk mempersiapkan senua perlengkapan yang akan dibawah. Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Baginda, abunawas dan prajurit kerajaan sudah siap di depan singgasana untuk melakukan perjalanan. Mari…..! kita saksikan adegan berikut ini…..!!!

Adegan III

Baginda : “ Abunawas, apakah semua perlengkapan sudah disiapkan?”

Abunawas : “ Bagaimana prajurit, apakah perlengkapan dari singgasana sudah disiapkan?”

Prajurit 1,11 : “Ampun baginda semuanya sudah siap.”

Baginda : “ Kita berangkat sekarang.”

Narator : Rombongan paduka berangkat dengan membawa perlengkapan berburu, tetapi abunawas sengaja membawa nasih putih, air putih, garam, dan asam. Perjalanan cukup panjang dan melelahkan namun, untuk mencapai tujuan, merekapun dengan bersemangat melanjutkan perjalanannya. Maka tibalah mereka di tegah-tegah hutan. Saksikan…!!!

Adegan IV

Baginda : “ Abunawas, selama perjalanan sampai di tengah hutan ini, tidak satupun binatang yang kita temukan.”

Abunawas : “ Memang betul paduka yang mulia, di sini ada semak-semak duri.”

Baginda : “ Kalau disini hanya semak-semak duri, lalu di mana kijang berbulu putih itu….?”

Abunawas : (Diam sejenak sambil tersenyum). “Begini baginda raja, konon kabar kijang berbulu putih itu muncul secara tiba-tiba.”

Baginda : (Sambil mengusap keringat dan menghela napas panjang). Oh… begitu ya abunawas?

Abunawas : “ Ya baginda raja. Kalau begitu, kita istirahat dulu sambil mencari sumber air.”

Baginda : “ Baiklah abunawas.”

Prajurit 1 : “ Mohon ampun paduka, tidak jauh dari sini ada sumber mata air.”

Abunawas : “ Oh…benar paduka. Lebih baik kita segera ke sana.”

Narrator : Lalu dengan langkah pasti, paduka bersama abunawas, dan prajurit-prajuritnya bergegas menuju sumber mata air dan tidak lama kemudian mereka tiba di sumber mata air tersebut. Saksikan….!!!

Adegan V

Baginda : (Menghela napas panjang). “ oh….indah sekali abunawas keadaan alam ini, airnya sangat jernih yang membuatku tidak tahan lagi untuk meminumnya. Dengan air ini, benar-benar menghilangkan dahagaku.”

Abunawas : “Betul paduka, air sangat jernih.”

Prajurit 1,11 : “Mohon ampun paduka, izinkan hamba memita paduka untuk beristirahat di sini (menunjukkan tempat yang disediakan).”

Baginda : “Terima kasih prajuritku.” (berjalan menuju tempat istirahat)

Abunawas : “Ampun baginda, izinkan hamba untuk mencari ikan di muara itu. (sambil menuju ke arah muara yang tidak jauh dari peristirahatan mereka).”

Baginda : “Oh…silakan abunawas, kebetulan perutku sudah lapar.”

Abunawas : “mohon ampun baginda, hamba dan prajurit segera mencari ikan di sana.”

Narrator : Lalu abunawas bersama prajurit menuju ke muara. Saksikan apakah mereka benar-benar menemukan ikan di muara….?

Adegan VI

Prajurit 11 : “Abunawas, lihatlah ternyata di muara ini banyak sekali ikannya dan sungguh menakjubkan.”

Abunawas : “Oh….betul sekali prajurit.jika kita bisa menangkapnya maka kita akan menikmatinya sampai puas. (sambil menanjapkan sebilah bambu yang sudah diruncing ke arah ikan-ikan di muara).”

Narrator : Berkali-kali abunawas menancapkan bambu ke arah ikan, sehingga ia mendapat beberapa ikan yang sangat besar. Lalu abunawas bersama prajurit bergegas menuju ke tempat baginda beristirahat, sambil membawa ikan hasil tangkapan mereka.

Prajurit 1 : “Mohon ampun baginda, abunawas dan prajurit sudah dating dan membawa bebberapa ikan hasil tangkapan.”

Baginda : “Oh…ikannya besar sekali, rupanya mereka pandai menangkap ikan.”

Abunawas dan prajurit: (dengan wajah tersenyum, tibalah mereka di tempat peristirahatan baginda raja).

Abunawas : “Mohon ampun baginda raja, imilah ikan tangkapan kami.”

Baginda : “kalau begitu bakarlah ikan-ikan itu.”

Abunawas : “Baiklah baginda, hamba akan melakukan perintah.” (sambil tersenyum).

Narator : Bergegaslah abunawas membakar ikan hasil tangkapan mereka dengan hati gembira, abumawas mengkipas bara api sehingga aroma ikan-ikan itu tercium hidung baginda raja. Setelah ikan-ikan itu matang, abunawas membuka bungkusan bekal yang dibawanya. Saksikan…..!!!

Adegan VII

Abunawas : (Sambil menyungguhkan ikan bakar yang lezat itu kehadapan baginda raja ). “ampun baginda, izinkan hamba mempersilakan paduka menikmati ikan-ikan bakar ini.”

Baginda : “Terimah kasih abunawas.”

Narrator : Ternyata baginda raja sangat menikmati masakan-masakan yang sudah disiapkan abunawas bersama prajuritnya. Saksikan…..!!!

Adegan VIII

Baginda : “Abunawas, ikannya enak sekali seperti makanan ini akan saya habiskan.”

Abunawas : “Ampun baginda raja, dengan makanan ini apakah selerah makan baginda sudah pulih kembali?”

Baginda : “Ya, rasanya selera makanku sudah pulih. Kalau begitu lanjutkan perjalanan mencari kijang berbulu putih itu.”

Abunawas : “Ampun baginda raja, sebenarnya kijang berbulu putih itu tidak ada.”

Baginda : “lalu, bagaimana kita harus mendapatkan obat unttuk penyakitku ini?”

Abunawas : “Mohon ampun baginda, baginda tidak perlu mencari obat lagi, karena selera makan baginda sudah pulih kembali.”

Baginda : “Kamu benar-benar abunawas, penyakit anehku sudah sembuh. Bagaimana ini bisa terjadi?”

Abunawas : “Menurut hamba, sebenarnya baginda tidak menderita penyakit apapun karena selama ini ketika makan, perut baginda belum terasa lapar apa lagi baginda tidak banyak bergerak.”

Baginda : “Kamu benar-benar cerdik abunawas, kalau begitu lain waktu kita berburu lagi.”

Abunawas : (Sambil tertawa terbahak-bahak) “ha…..ha….ha……ha…….”
-------------------------------------------------------------------------


III. Contoh Naskah Drama 5 Orang

Ini adalah pagi yang cerah. Mita dan Doni, dua orang siswa kelas VII sedang asyik membaca-baca buku Biologi di koridor sekolah. Pasalnya nanti siang akan ada ulangan harian mata pelajaran tersebut. Kemudian datang Anggi, sahabat mereka.

Anggi: “Mit, Don, rajin sekali kalian berdua!”

Mita: “Iya dong, tugas kita sebagai pelajar kan memang harus belajar. Hehehe…”

Anggi: “Iya juga sih. Eh ngomong-ngomong kalian tahu tidak, ada murid baru yang akan masuk ke kelas kita hari ini.”

Doni: “Oh ya, siapa namanya? Lelaki atau perempuan?”

Anggi: “Lelaki, tapi aku juga belum tahu siapa namanya dan seperti apa rupanya.”

[Bel sekolah berbunyi]

Mita: “Eh ayo masuk kelas!”

[Ketiganya memasuki ruang kelas. Ibu guru masuk bersama seorang murid baru.]

Ibu Guru: “Selamat pagi, anak-anak. Hari ini kita kedatangan teman baru dari Aceh, ia akan menjadi teman sekelas kalian. Silakan perkenalkan dirimu, nak!”
Ridwan

Ridwan: “Selamat pagi, teman-teman. Nama saya Muhammad Ridwan. Saya berasal dari Aceh.”

Mita [berbisik pada Anggi]: “Jauh sekali ya, dari Aceh pindah ke Bandung!”
[Anggi hanya mengangguk tanda setuju]

Ibu Guru: “Ridwan, kamu duduk di belakang Doni ya [menunjuk sebuah meja kosong]. Untuk sementara kamu duduk sendiri dahulu karena jumlah siswa di kelas ini ganjil.”

[Ridwan segera duduk di kursi yang disediakan]

Ibu Guru: “Ya baiklah, sekarang kita mulai pelajaran hari ini. Buka buku kalian di halaman 48….”

[Pelajaran pun dimulai]

Tiba saatnya jam istirahat. Ridwan, yang belum memiliki teman, diam saja duduk di kursinya sambil menunduk. Rupanya belum ada yang mau mendekati Ridwan. Semua siswa di kelas itu masih sungkan dan hanya mau tersenyum saja padanya tanpa berani mengajak ngobrol lebih lanjut.

Doni: “Psst, Mit, Nggi, coba lihat anak baru itu, sendirian saja ya!” [berbisik pada Mita dan Anggi saat mereka baru kembali dari kantin]

Mita: “Ayo kita dekati saja.” [Ketiganya menghampiri Ridwan]

Anggi: “Hei, Ridwan. Kenalkan, aku Anggi, ini Ridwan dan Mita [menunjuk kedua temannya].”

[Ketiganya duduk di sekeliling Ridwan]

Ridwan: “Hai, salam kenal.”

Doni: “Kamu kok tidak jajan ke kantin?”

Ridwan: “Aku… Aku bawa bekal makanan [pelan sekali, sambil tertunduk].”

Mita: “Oh begitu, rajin sekali kamu, Wan!

[Keempat siswa ini mulai terlibat obrolan ringan sehingga Ridwan merasa ditemani]

Saat jam pulang sekolah, Ibu Guru memanggil Anggi dan Doni yang hendak pulang ke rumah.

Ibu Guru: “Anggi, Doni! Ke sini sebentar. Ibu mau menanyakan sesuatu.”

[Anggi dan Doni menghampiri Ibu Guru]

Doni: “Ada apa, Bu?”

Ibu Guru: “Itu, bagaimana perilaku Ridwan di kelas? Apakah ia bisa membaur?”

Doni: “Dia agak pendiam, Bu. Dan suka menunduk saat berbicara.”

Anggi: “Tadi di jam istirahat, kami berdua dan Mita berusaha mendekatinya. Kami mengobrol cukup lama, ia anak yang baik kok, hanya saja ia seperti agak kurang percaya diri dan muram.”

Ibu Guru: “Hmm… begitu ya. Anak-anak, Ridwan adalah salah satu korban selamat tragedi tsunami Aceh beberapa bulan yang lalu. Kedua orang tuanya tewas terhempas ombak. Kini hanya tinggal ia dan adik perempuannya, Annisa. Annisa masih duduk di kelas 4 SD, di SD V kota kita ini.”

Anggi: “Ya Tuhan, sungguh berat cobaan yang menimpanya…”

Ibu Guru: “Iya. Untungnya, seorang pamannya tinggal di Bandung sehingga ia dan adiknya tinggal di sini. Mereka tergolong masyarakat prasejahtera, sehingga Ridwan benar-benar harus berhemat. Pamannya berkata pada Ibu tadi pagi, ia tak mampu memberi uang jajan yang cukup untuk Ridwan sehingga Ridwan harus bekal nasi setiap hari agar tidak lapar di sekolah.”

Doni: “Oh pantas saja tadi jam istirahat ia tidak ke kantin.”

Ibu Guru: “Ya sudah, Ibu cuma mau bilang begitu. Kalian berbaik-baiklah dengannya. Temani dia agar tak merasa kesepian dan terus berduka.”
[Anggi dan Doni pamit kemudian pulang]

Di rumahnya, Doni terus menerus memikirkan teman barunya, Ridwan. Akhirnya ia mendapatkan suatu ide. Dikabarkannya Anggi dan Mita melalui SMS. Keesokan harinya di jam istirahat….

Doni: “Eh, kalian membawa apa yang aku bilang kemarin, kan?”

Mita: “Bawa dong. Ayo kita dekati Ridwan.”

Anggi: “Ridwan, bolehkah kami bertiga makan bersamamu?”

Ridwan: [kikuk dan kebingungan] “Eh, um.. boleh saja..”

Doni, Anggi, dan Mita mengeluarkan bekal makanan mereka. Ketiganya juga membawa makanan camilan untuk dimakan bersama-sama, tentu saja Ridwan juga kebagian. Dengan makan bersama setiap hari, mereka berharap bisa membuat Ridwan lebih ceria. Setelah makan…

Ridwan: “Terima kasih, teman-teman. Kalian sangat baik kepadaku.”

Mita: “Kamu ini bicara apa, sih? Kita kan teman, wajar saja jika kita saling bersikap baik.”

Semenjak itu Ridwan menjadi semakin kuat karena dukungan teman-teman barunya. Siswa-siswa lain di kelas itu pun banyak yang bergabung membawa bekal untuk dimakan bersama-sama pada jam istirahat. Suasana menjadi semakin menyenangkan.
---------------------------------------------------------------------


IV. Contoh Naskah Drama Anak Sekolah
Judul; "GALAU"

Memasuki tahun pelajaran baru, Tono, Vicky, Dimas, Cici, Susan dan Titin kebetulan masuk ke SMA yang sama. Tono, Dimas, dan Vicky adalah sahabat karib sejak SMP, dan di SMA mereka kebetulan masuk dikelas yang sama. Begitu juga Titin, Cici, dan Susan. Tapi, mereka tidak satu kelas dgn Tono, Dimas, dan Vicky.

Suatu hari, Tono CS sedang berjalan-jalan di waktu istirahat untuk melihat-lihat sekolah baru mereka. Begitu juga Titin CS.

Vicky           : Wow, sekolah kita cucok ya boo...
Tono            : Nama aku Tono ya, bukan bo!
Vicky           : Ih zahara deh yey!
Dimas         : Lebay ah kamu Ky!

Tiba-tiba secara tidak sengaja Tono menabrak salah satu perempuan cantik yang sedang berjalan, rupanya itu Titin.

Tono            : Eh maaf, ga sengaja.
Susan          : Kalo jalan pake mata dong!
Vicky           : Kalo jalan ya pake kaki lah mba, masa pake mata!
Susan          : Mba? Kapan aku kawin sama om kamu?!
Vicky           : Ih, rempong banget sih bo!
Tono            : Udah, udah. Sekali lagi maaf ya.
Titin             : Ya, ga apa-apa kok.

Titin pun lari dengan sangat malu. Dan kedua sahabatnya mengejarnya.

Keesokan harinya...

Titin            : Mana ya cowok yang kemarin nabrak aku?
Cici            : Idih, kamu suka ya sama dia? Ciye Titin...
Titin            : Apaan sih? Nggak, tahu!

Tiba-tiba, Tono CS datang dan menghampiri mereka.

Tono            : Eh kamu, soal yang kemarin maaf ya. Hehe...
Titin             : Iya nggak apa-apa kok.
Tono            : By the way, nama kamu siapa?
Titin             : Nama aku Titin.
Tono            : Oh, nama aku Tono. Eh, kalo nama kamu siapa?
Cici              : Nama aku Cici.
Tono            : Oh. Kalo kamu?
Susan           : Nama aku Susan.
Tono            : Nama lengkapnya?
Susan           : Susana! Hihihi...
Cici              : Giliran aku dong yang nanya. Nama kamu siapa?
Dimas           : Nama aku Dimas.
Cici              : Oh. Kalo kamu?
Vicky           : Nama aku Vicky.
Cici              : Nama lengkapnya?
Vicky            : Viki Burki! Huahaha
Titin              : Udah, udah. Salam kenal ya semuanya.
Dimas          : Iya, salam kenal juga ya.
Tono             : Eh boleh minta nomor hape kamu nggak?
Titin              : Boleh dong. Nih aku tulis. Sms aku ya.
Tono            : Oke sip!

Malam harinya...

Tono           : Sms Titin ah. "Hai Titin. Ini aku Tono. Save nomor aku ya".
Titin            : Eh ada sms. Asik dari Tono. "Iya aku save".
Tono            : "Oke, rasanya pengen cepet besok deh".
Titin            : "Kenapa emang?"
Tono            : "Pengen cepet ketemu kamu! Hehe".
Titin            : "Ih kamu bisa aja. Haha"

Keesokan harinya...

Tono            : Eh Titin, sendiri aja nih?
Titin             : Oh, hey Tono. Iya nih.
Tono            : Em, boleh jujur nggak?
Titin             : Boleh, jujur apa emangnya?
Tono            : Sebenernya, aku suka loh sama kamu.
Titin             : Hah? Serius?
Tono            : Iya! Hehe. Gimana?
Titin             : Gimana apanya?
Tono            : Gimana kalo kita jadian?
Titin             : Hah? Em, iya deh. Aku juga suka kok sama kamu!
Tono            : Jadi mulai sekarang kita jadian ya? Yes!
Titin             : Iya deh.
Teman2      : Hore! Ciye jadian...!!!
Titin             : Ih apasih? Kok kalian bisa disini?
Dimas         : Iya dong, kan kita buntutin kalian! Haha
Titin             : Ih, nyebelin!
Tono            : Ehem. Kita jadian loh.
Teman2      : Hore! Hahaha

Waktu istirahat sekolah...

Tono            : I know you can't play guitar or piano. But surely, you can play the instrument of love beautifully!
Titin            : Eh, hehehe.
Tono            : Ko gitu doang sih?
Titin            : Sebanyak apapun pertanyaan kamu, jawaban aku hanya satu, "Aku Cinta Kamu". Haha
Titin            : Ih kamu. Bikin aku malu aja...
Tono           : Ih, seriusan. Eh bapak kamu penjual minuman keras ya?
Titin            : Hah? Bukan! Emang kenapa?
Tono            : Tapi ko kamu suka bikin aku ngefly sampe ke langit ke tujuh sih. Haha
Titin            : Ih... Hehe. Eh bapak kamu tukang tutut ya?
Tono           : Bukan! Bapak aku lagi siap-siap!
Titin            : Siap-siap buat apa?
Tono           : Buat pernikahan kita nanti. Hahaha
Titin            : Ih, bisa aja. Hahaha

Keesokan harinya...

Tono            : Coba aku liat hape kamu!
Titin             : Em...
Tono            : Kenapa? Cepet minjem bentar! Hah? Ini sms dari siapa? Pake cayang cayangan segala! Smsan sama orang lain bisa! Sama aku gak bisa! Apa susahnya ngomong? Sms ga pernah. Telepon ga pernah!
Titin             : Itu sms dari pacar aku yang baru...
Teman2      : APA???!!!
Titin             : Aku juga mau kita putus.
Teman2       : APA???!!!
Titin pun berlari.
Tono            : Titin... Jangan tinggalin aku laaah!
Vicky            : Makanya! Pake kartu AS.
Dimas          : Heh! Orang lagi galau malah dibercandain!

Malam harinya, Tono pergi ke rumah Dimas bersama Vicky. Tono tidak banyak bicara, dan matanya terlihat berkaca-kaca.

Tono            : Titin!!! Tanpamu aku galau!
Vicky           : Buset kartu AS lagi ini anak!
Dimas         : Orang lagi galau masih aja dibercandain! Sabar Ton, cewek bukan dia aja. Masih banyak kok yang lain.
Vicky           : Bener Ton! Lagian kamu sih! Si Titin di pacarin.
Tono            : Tapi kan aku sayang sama dia. Tapi kenapa juga dia selingkuhin aku? Aku lelah!
Vicky           : Makanya jangan suka pacar-pacaran! Urusin dulu tuh PR numpuk. Tugas kita ini belajar, kita masih remaja. Jadi buat apa pacaran? Akhirnya bikin sakit hati kan?
Dimas         : Tumben bijak banget kamu Ky!
Vicky           : Itu juga kata buku Tatang Sutarman sih.
Tono            : Iya, iya. Aku juga nyesel. Aku ga bakalan pacaran deh, aku mau fokus aja belajar.
Dimas         : Nah gitu dong.
Vicky           : Yaudah, kita pulang yuk Ton. Udah malem nih.
Tono            : Yuk.

Keesokan harinya...

Dimas         : Ton, liat tuh ada si Titin!
Tono            : Terus? Penting banget ya?
Vicky           : Yeh! Kamu jangan jadi marah sama dia dong. Jangan sampe musuhan! Gak baik loh.

Titin CS pun menghampiri Tono CS.

Titin              : Tono. Aku mau minta maaf sama kamu. Aku tau aku salah. Aku udah bikin kamu sakit hati. Maaf ya.
Cici               : Iya. Tono maafin Titin ya.
Tono             : Iya deh aku maafin. Bukan semuanya salah kamu kok.
Susan           : Udah lah jangan pacar-pacaran. Mending sahabat-sahabatan. Mantan                                           pacar ada, tapi mantan sahabat kan gak ada? Betul tidak?
Teman2        : Betul.
Susan           : Alhamdu...
Teman2        : Lillah...
Susan           : Nih kalo persahabatan itu ada lagunya. Kayak gini nih. Musik...
Titin              : Masih kurang asik tuh jogetnya. Ganti musik deh. Dije musik.
Vicky            : Jangan pada galau atau musuhan ya. Kita kan sahabat.
Tono             : Temen-temen...
Semua         : Iya...
Tono             : Ada yang baru nih...
Semua         : Apa...
Tono             : Aku udah gak galau lagi loh...
Semua         : Hore!!!

Semoga kumpulan naskah drama di atas dapat bermanfaat dan menginspirasi agan-agan yang sedang mendapat tugas untuk membuat naskah drama atau ingin belajar drama.
Sumber: google; berita unik; uniknih.com

Ikuti Uniknih di Twitter Yuuk...! ==>
Jangan Lupa Beri Jempol Like Komunitas Uniknih.com ya...

Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...